INOVASI: SOLUSI UNTUK MENJAGA STATUS GIZI, MENURUNKAN NFLW, DAN MENGGERAKKAN EKONOMI


Produk pangan, seperti ikan, merupakan salah satu produk yang banyak rusak selama pandemi Covid19, terutama karena kurangnya permintaan, hambatan transportasi, keterbatasan teknologi penyimpanan, dan keterbatasan inovasi pengolahan.

Untuk mengurangi kerusakan, susut hasil, limbah, dan nutrisi pangan (nutritious food loss and waste- NFLW), diperlukan inovasi-inovasi yang mencakup keseluruhan proses pengadaan dan pengiriman produk atau dalam istilah bisnis makanan from farm (area tangkapan atau budidaya) to fork (area konsumen akhir). Inovasi-inovasi yang diperlukan mencakup inovasi teknologi penyimpanan dan distribusi pangan, inovasi pengolahan produk pangan, dan inovasi untuk merubah perilaku masyarakat agar mau mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi.

Tantangan Bisnis Inovasi

Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, JP2GI, dan Innovation Factory menyelenggarakan Tantangan Bisnis Inovasi untuk menemukan inovasi produk makanan lokal berbasis ikan yang bergizi tinggi yang diharapkan dapat menurunkan anemia, stunting, dan memperkuat ketersediaan pangan di Indonesia.

Kami melihat bahwa masalah gizi masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Selain karena masih banyak yang belum memahami mengenai pentingnya gizi yang terkandung di dalam makanan, pilihan makanan siap saji atau siap masak yang mengandung gizi baik masih relatif sulit didapatkan atau relatif mahal. Melalui I-PLAN Business Innovation Challenge, kami dapat menghadirkan inovasi produk makanan olahan yang bernutrisi, lezat, dengan harga terjangkau dan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” ucap Dhian Proboyekti, Direktur Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan.

Tantangan Bisnis Inovasi ini dimulai pada bulan Oktober 2019 melalui roadshow ke 4 kota yang dihadiri oleh start-up, institusi, UMKM, dan anggota JP2GI. Lomba ini menerima 277 proposal. Lima pemenang terpilih pada final pitching day yang diumumkan pada Puncak Hari Ikan Nasional tanggal 14 Desember 2019. Kelima pemenang mendapatkan pelatihan, mentoring, dan dana hibah untuk pengembangan produk. Setelah enam bulan pendampingan, pada tanggal 29 Juli 2020, diselenggarakan final IPLAN BIC 2019. Lomba ini dimenangkan oleh UMKM Duo Mitra Raya dari Kabupaten Sukabumi yang mengembangkan produk IFIT Serealikan, yaitu minuman bergizi dari sereal, ikan patin, yang dikombinasikan dengan kedelai, hanjeli, dan buah kering.

“Kami bersyukur sekali karena dengan kompetisi ini, kami banyak diberikan peluang baru, mendapat mentoring dan hadiah untuk pengembangan produk. IFIT mulai dijual Januari, dari 50 boks menjadi 3.500 boks per bulan. Alhamdulillah, omzet penjualan IFIT telah lebih dari 100 juta, malah selama Covid ini, produk ini laris karena orang mencari makanan bergizi,” ujar Rani Meldiyani, inovator IFIT. 

Small Grant untuk Inovasi

Jejaring Pasca-Panen untuk Gizi Indonesia (JP2GI) dengan bimbingan salah satu anggotanya, Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) dan dengan dukungan GAIN, Kemenkes, dan KKP mengadakan kompetisi untuk mendapatkan hibah kecil (small grant) untuk mengurangi NFLW pada 4 (empat) bidang industri, yaitu: 1) Distribusi yang menggunakan sistem pendingin, 2). Sistem Manajemen Gudang pendingin (WMS, Warehouse Management System) dengan aplikasi konektivitasnya, 3). Perubahan Perilaku untuk meningkatkan konsumsi ikan, dan 4). Pengolahan Hasil Perikanan untuk menambah nilai produk.

Pelaksanaan kompetisi Small Grant ini bertepatan dengan situasi Pandemi COVID-19. Kondisi ini menambah nilai kompetisi ini karena terkait dengan pengelolaan mutu produk melalui sistem pengiriman yang baik dan tepat, serta pemanfaatan bahan baku untuk dijadikan produk bernilai tambah.

Seperti Tantangan Inovasi Bisnis, para pemenang small grant ini mendapatkan pelatihan, mentoring, dukungan dana hibah, dan fasilitasi pemasaran produk. Small Grant diberikan kepada 10 pemenang yaitu:

      1. Etnomark (Good Hndling Practices)
      2. FimTec (Delivery Box)
      3. Fishlog (Aplikasi Monitoring Distribusi)
      4. GEMARIKAN-kin (Good Hndling Practices)
      5. IndoFishery.id (Aplikasi Monitoring Distribusi)
      6. Marine Bar (Hasil Olahan Ikan Segar Menjadi Kudapan Bergizi)
      7. Olahan Kerang Bunda (Hasil Olahan Ikan Segar Menjadi Kudapan Bergizi)
      8. Payu-payu (Hasil Olahan Ikan Segar Menjadi Kudapan Bergizi)
      9. Perkedel Ikan (Hasil Olahan Ikan Segar Menjadi Kudapan Bergizi)
      10. Smart Box (Delivery Box)

Kegiatan Small Grant Inovasi NFLW maupun Tantangan Bisnis Inovasi merupakan salah satu solusi untuk untuk menjaga status gizi dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sebagai negara maritim, Indonesia diberkahi dengan tersedianya berbagai sumber daya yang dapat menjadi bahan dasar produk makanan. Kami yakin lomba inovasi akan semakin mendorong inovator untuk menciptakan berbagai macam produk makanan bergizi, serta menurunkan susut hasil pascapanen. Hal ini tentu akan memberikan kontribusi pada upaya negara untuk meningkatkan status gizi masyarakat serta dapat memperkuat ketersediaan pangan,” ucap Artati Widiarti, Direktur Jenderal PDSPKP, Kementerian Kelautan dan perikanan.